GICA (Ganesha Innovation Championship Award) merupakan penghargaan yang diberikan kepada alumni ITB yang berhasil melakukan inovasi untuk pengembangan masyarakat (sosial, ekonomi, budaya) dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan ini sudah ada sejak tahun 2013, di mana pada tahun 2015 tema yang diangkat adalah “Innovation for Society”. GICA diselenggarakan dalam rangka memberikan inspirasi dan mendorong budaya inovasi di kalangan alumni ITB.

Kriteria peserta :
  • Alumni ITB, berlaku untuk semua jurusan, angkatan, pengurus daerah, agar terjadi kolaborasi.
  • Peserta bisa mendaftar sendiri atau direkomendasikan pihak lain.
  • Peserta merupakan pelaku pengembangan masyarakat (sosial, ekonomi, budaya) dengan inovasi yang dimilikinya.
  • Inovasi dapat berupa inovasi sistem, produk, atau proses.
  • Inovasi teknologi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan mendukung ketahanan nasional.

Aspek penilaian yang dilakukan oleh para dewan juri, meliputi :
  • Inovasi, orisinalitas dan kualitas inovasi
  • Pengembangan, potensi inovasi untuk dikembangkan dalam skala besar
  • Sosial, dampak positif yang dihasilkan baik kualitatif dan kuantitatif
  • Personality, karakter dan kekmampuan peserta dalam menegmbangkan inovasi tersebut.

Beberapa pemenang Ganesha Innovation Championship Award :

I Gede Wenten (TK 82)
Institut Teknologi Bandung
Menciptakan membrane yang berguna untuk filtrasi air menjadi air bersih dan bahkan air layak minum. Inovasinya sudah digunakan di berbagai tempat, termasuk memabntu di lokasi bencana, seperti tsunami Aceh dan banjir Jakarta.

Ridwan Kamil (AR 90)
PT. Urbane Indonesia
Menginisiasi berbagai macam kegiatan berbasis komunitas dan berhasil menarik banyak peminat, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang semakin nyaman dan masyarakat yang semakin sejahtera, antara lain Bandung Creative City, Bandung Berkebun, dll.

Onno W. Purbo (EL 87)
Surya University
Selain pakar, di bidang teknologi informasi, Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Sebagai aktivis Onno dikenal dalam upayanya memperjuangkan internet murah dan menyebarkan Linux. Karya inovatifnya diantaranya adalah Wajanbolic, sebagai upaya koneksi internet murah tanpa kabel dan RT/RW-Net sebagai jaringan computer swadaya masyarakat untuk menyebarkan internet murah, serta penerapan Open BTS.

Nurhayati Subakat (Farmasi 75)
WARDAH
Memulai bisnisnya dari bisnis rumahan dengan meneliti dan memasarkan sebua shampoo yang diberi nama “Putri”. Merek yang dikembangkannya, WARDAH berhasil menjadi top brand untuk produk kosmetik. Karena prestasinya, telah menerima berbagai pernghargaan antara lain Best Supplier Cosmetic dan CEO Inovatif Untuk Negeri. Meyakini bahwa kunci keberhasilannya adalah 5P yaitu Price, Product, Promotion, Place dan Pertolongan Allah.